Setelah cerita di atas ,
kelanjutan kehidupan masyarakat yang di sepuhi oleh 9 ( sembilan ) kyai
tersebut menjadi terhenti . Apakah pada waktu itu sudah menjadi desa dengan
pengertian seperti sekarang ini, sudah ada lurah atau belum , atau sebutan
pemimpin pemerintahan pada waktu itu di sebut apa , tidak ada yang tahu.
Termasuk Para kyai tersebut membentuk rumah tangga dan keturunannya siapa saja
tidak ada yang tahu . yang di ketahui hanya Makamnya saja yang di tunjukkan
secara turun temurun oleh para pendahulu.
Di sinilah terjadi kekosongan
sejarah/ sejarah yang hilang ( missink
lingk ) yang di sebabkan karena :
1. Nara sumber terbatas
a. Tokoh masyarakat yang berumur 80 tahun keatas
sedikit
b. Banyak
yang sudah meninggal dunia
2. Bahan pustaka terbatas
a. Tidak ada data pembanding luar desa
b. Catatan / arsip desa tidak ada
3. Data pendukung tidak ada
a. Keahlian meneliti sejarah
b. Ilmu yang
memadai
Cerita di lanjutkan ketika desa sudah ada tatanan pemerintahan
yang di kepalai oleh seorang lurah / Kepala desa / sebutan lain yang di bagi
dalam peridisasi zaman pemerintahan
Catatan Khusus :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar