Jumat, 21 Mei 2010

Cerita Yang Hilang

Setelah cerita di atas , kelanjutan kehidupan masyarakat yang di sepuhi oleh 9 ( sembilan ) kyai tersebut menjadi terhenti . Apakah pada waktu itu sudah menjadi desa dengan pengertian seperti sekarang ini, sudah ada lurah atau belum , atau sebutan pemimpin pemerintahan pada waktu itu di sebut apa , tidak ada yang tahu. Termasuk Para kyai tersebut membentuk rumah tangga dan keturunannya siapa saja tidak ada yang tahu . yang di ketahui hanya Makamnya saja yang di tunjukkan secara turun temurun oleh para pendahulu.
Di sinilah terjadi kekosongan sejarah/ sejarah yang hilang  ( missink lingk )  yang di sebabkan karena :
            1.  Nara sumber terbatas
a. Tokoh masyarakat yang berumur 80 tahun keatas sedikit
                  b. Banyak yang sudah meninggal dunia 

            2.  Bahan pustaka terbatas
a. Tidak ada data pembanding luar desa
b.  Catatan / arsip desa tidak ada
            3.   Data pendukung tidak ada
a.  Keahlian meneliti sejarah
                  b. Ilmu yang memadai 

Cerita di lanjutkan  ketika desa sudah ada tatanan pemerintahan yang di kepalai oleh seorang lurah / Kepala desa / sebutan lain yang di bagi dalam peridisasi zaman pemerintahan

Catatan Khusus :

Keempat Versi Cerita Tersebut masih perlu kajian yang serius dan sungguh sungguh serta memerlukan bahan pustaka dan nara sumber yang kuat dalam mengungkap hubungan antara ketiganya , yang jelas membutuhkan ahli , peneliti dan arkeologi , sastrawan serta membutuhkan biaya yang besar . Semoga di masa yang akan datang dapat terjawab .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar