Label
Selasa, 10 November 2020
Curhatan Orang Tua Murid Atas Dampak Corona
Minggu, 17 Januari 2016
DOSENKU IDOLAKU || Ir. Heri Hermanto, MT
Ir. Heri Hermanto, MT, salah satu dosen dari Program Studi Arsitektur Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ) Wonosobo, resmi menyandang gelar doktor bidang Ilmu Teknik Arsitektur dan Perencanaan dengan judul desertasi ”TUNGGAL BAGENEN-BOTOLAN” SEBAGAI KESADARAN TRANSENDENTAL PADA PEMBENTUKAN PERMUKIMAN DI PEGUNUNGAN DIENG. Heri Hermanto mempresentasikan disertasi doktoralnya tersebut, merupakan hasil riset yang dilakukan di kawasan pegunungan Dieng meliputi 15 Desa di Kecamatan Kejajar Wonosobo dan 2 Desa di Kecamatan Batur Banjarnegara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode fenomenologi. Pendekatan fenomenologi tidak terbatas pada pemahaman fisik atas fenomena bagenen dan botolan. Tetapi juga mengungkap yang ada dibalik di fenomena bagenen dan botolan.
Dalam desertasinya disampaikan, Pegunungan Dieng merupakan wilayah yang memiliki banyak peninggalan sejarah yang tinggi dan budaya yang unik. Masyarakat di Pegunungan Dieng telah mengalami perubahan budaya dari tradisi Jawa, Hindu, kemudian Islam. Beberapa tradisi yang ada, yakni Merdi Desa, Bebersih, NyelametiKali, Baritan, Riyoyo, Pemotongan rambut gembel, dan Tradisi Pengajian Rutin. Sedangkan kebiasaan lokal yang sudah berlangsung sejak jaman dulu, adalah Genen, Berkumpul di rumah orang tua, dan Karing. Keadaan alam, aspek sosial, dan budaya tersebut memberikan pengaruh pada wujud permukimannya.
Disertasi Heri meraih predikat lulus sangat memuaskan pada Sidang Terbuka Promosi Doktor di Fakultas Teknik UGM Jogjakarta (26/2) dengan Promotor Prof. Ir. Achmad Djunedi, MUP., Ph.D dan Ko-Promotor Prof. Ir. Sudaryono, ME.Eng. Ph.D. Sedangkan Dewan Penguji dari UGM Jogjakarta, terdiri dari Ir. Subaryono, MA.Ph.D. (Ketua) DR. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., M. Sari Royhansyah, M.Eng.D.Eng., Ardyha Nareswari., M.Eng. Ph.D serta Ir. Iwan Sudrajat, MSA., Ph.D dari Institut Teknologi BandungSelasa, 13 Januari 2015
PROFIL RRIYO CAHYONO Wonosobo
Ini dia bapak gaul, muda cerdas dan berimajinasi tinggi. Berselfie bersama istrinya mereka berdua seperti Pasangan ABG Tua. Hahaha.... sory pak pri.... dulu saya kenal sewaktu masih menjabat kasi pemer di kec sukoharjo saat saya jd kordinator ektp kec. Selanjutnya beliau dipindah tugaskan di kec selomerto disana beliau juga menjabat sebagai kasi pemerintahan
Saat ini dinas di KEMKOMINFO WonosoboSelasa, 18 Maret 2014
Profil Kholiq ARif Wonosobo (Mantan Bupati Wonosobo)
Abdul Kholiq Arif – Tokoh yang khasrismatik ini dilahirkrkan disebuah kota kecil di Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo 47 tahun yang lalu atau tepatnya pada 16 September 1968. Sosok yang akrab di panggil Kholiq ini dilahirkan dari rahim ibu kandungnya yang bernama Hj. Ruqoyah. Kholiq merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara dan menjadi salah satu anak yang paling menonjol dalam biang politik, terlihat Kholiq mampu menjadi orang nomor satu di Wonosobo dengan menjabat sebagai Bupati Wonosobo. Kholiq kecil yang sudah terbiasa hidup dipesantren menjadikanya dirinya sebagai pribadi yang sederhana dan mampu berinteraksi dengan berbagai lingkungan, tak hanya dengan kaum pelajar, Kholik kecil bahkan mampu bergaul dengan para anak jalanan dan pengamen, hal ini dilakukanya untuk melatih kepekaan social terhadap sesama teman-temanya, disamping untuk menambah lebih banyak teman. Kholiq remaja, telah banyak mendapat tempaan yang cukup membuatnya menjadi orang hebat di Wonosobo, H Umar Sholeh sang ayahlah yang mengajarkanya. Kholiq remaja oleh ayahnya ini diajarkan untuk menjadi pribadi yang berkarakter, sederhana, dan mandiri. Untuk mendapatkan kepribadian yang demikian, pada saat remaja Kholiq dipondokan dipesantren. Salah satu Pesantren yang menjadi rujukanya adalah sebuah Pesantren yang berada di kawasan Magelang. Pesantren Darussalam Muntilan Magelang dibawah asuhan KH Abdul Haq inilah sebagai salah satu tonggak awal pembentukan karakter si Kholiq remaja. Kholiq remaja, mengenyam awal pendidikan formalnya di MI AL Falah Jaraksari, sekolah yang tidak begitu jauh dari Rumahanya, setamat di MI AL Falah Jaraksari tersebut, Kholiq melanjutkan jenjang pendidikan formalnya di MTs Negeri Banjarnegara, lagi-lagi Kholiq berani mengambil resiko dengan mengambil dua jalur pendidikan sekaligus, yakni pendidikan fomal dan pendidikan non formal, selama ia menjadi siswa di MTs Negeri Banjarnegara, Kholiq juga menjadi salah satu santri di Pesantren Al Fallah Parakancanggah Banjarnegara, sebuah pesantren yang didirikan oleh eyang buyutnya. Setelah masa sekolahnya selesai di MTs Negeri Banjarnegara, H Umar Sholeh yang merupakan salah satu tokoh Nahdlotul Ulama (NU) di Wonosobo mengirimkan Kholiq muda ke tebuireng Jombang Jawa Timur sebuah kota yang menjadi tanah leluhur para pendiri NU, dengan harapan kelak Kholiq akan mampu meneruskan perjuangan para Alim Ulama pendiri NU. Saat menjadi santri di Tebuireng Jombang, Kholiq Kholi1 juga melanjutkan sekolah di SMA Wahid Hasyim, salah satu sekolah yang didirikan oleh pendiri pesntren tersebut. Namun naas bagi Kholiq, gangguan kesehatan banyak menyita waktu belajar di negeri pejuang kemerdekaan Indonesia, akibatnya, Kholiq muda harus kembali ketanah kelahiran (Wonosobo) meski demikian, setibanya di Wonosobo Kholiq yang memiliki keinginann belajar yang kuat berkeinginan keras untuk tetap melanjutkan sekolahnya. Beberapa saat setelah kepulanganya dari Tebuireng Jombang, Kholiq melanjutkan sekolahan formalnya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonosobo dibawah asuhan KH Muntha Al-Hafidz, salah seorang tokoh Ulama besar yang pesantrenya berdiri di kawasan Kalibeber, Mojotengah Wonosobo. Setelah lulus dari MAN Wonosobo, Kholik melanjutkan kuliahnya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kalijaga Yogykarta (sekarang UIN Yogyakarta) dengan mengambi Fakultas Syari’ah. Saat kuliah, Kholiq aktif diberbagai kegiatan kemahasiswaan, Kholiq juga memiliki hobi membaca dan menulis, oleh karnanya masa-masa kuliahnya ini dijadikan sebagai salah satu moment penting untuk belajar dengan para senior-seniornya yang ahli dalam Jurnalistik, tercatat beberapa nama ‘guru jurnalistik-nya” antara lain Imam Azis, Humaidi Abusami, Cholidy Ibhar, dan Ahmad Suady, dari para gurunya inilah yan menghantarkan Kholiq untuk menjadi salah satu Jurnalis yang handal. Ilmu-ilmu yang dipelajarinya dari para guru jurnalistiknya inilah yang mampu mengantarkan Kholiq menjadi jurnalanalis, selain kepiawainya tentang menulis, Kholiq juga pandai dan lihai dalam mebaca realitas social, sehingga dengan keahlinya ini pulalah yang menjadi salah satu modal awal untuk meniti karier dalam mewarnai dunia politik di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Wonosobo. Tabloid Tebuireng Post, merupakan awal kariernya sebagai jurnalis selain menjadi Frelance dibeberapa media massa sehingga ia memilih untuk focus dan lebih mendalami sebagai Jurnalis murni dan terjun sebagai wartawan Harian Umum Jawa Post untuk wilayah Jawa Tengah dan Derah Istimewa Yogyakarta. Gayung-pun bersambut, atas konsistensi dan kinerjanya yang memuasakan, pada tahun 1997-1999 Pimpinan Jawa Pos Dahlan Iskan, mempercayai Kholik dengan memberikan tugas yang lebih besar yakni menjadi General Manager sekaligus menjadi Pimpinan Redaksi Harian Umum Satria Pos untuk wilayah Banyumas. Dua tahun kemudian, Kholiq bersama teman-temanya kembali ditarik kembali kedalam “kandang” managemen Jawa Post dan mendirikan Jateng Post serta beberapa Koran radar yang didirikan Jawa Post. Tahun 2000an, merupakan awal Kholiq meluai menjajaki dunia politik di Kabupaten Wonosobo, atas amanat dari Muhaimin Iskandar ketua umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Ketua DPC PKB Wonosobo (saat iru Idam Kolid) Kholiq diberi mandate untuk mendampingi H Trimawan Nugrohadi untuk menjadi Wakil Bupati 2000-2005. Proses karir politiknya pun cukup cemerlang, setelah lima tahun menjabat sebagai wakil Bupati Wonosobo, Kholiq, atas anamah dari guru spiritualnya Kyai Nastir Dalhar (Mbah Nastir) Tieng Kejajar Wonosobo menjabat sebagai ketua DPC PKB Wonosobo seklaigus sebagai ‘ancang-ancang’ untuk menjadi Bupati pada periode selanjutnya mengggantikan Bupati sebelumnya Trimawan Nugrohadi. Walhasil, pada tahun 2005-1010 jabatan Bupati Wonosobo menjadi milik Kholik dan Drs. Mutohar, MM sebagai wakil Bupatinya. Kholik yang memiliki prinsip “Melayani dan Bermanfaat untuk Orang Banyak” adalah kata kunci yang selalu dipegangnya sejak usia masil kecil, sehingga tugasnya sebagai pelayan masyarakat Wonosobo ia jalani dengan sebaik-baiknya dengan penuh ketulusan. Karirnya adalam bidang politiknya pun kian melambung tinggi, atas visi misi dan progamnya yang mampu mendorong dan mendukung masyarakat Wonosobo, Kholik kembali dipercaya oleh para Kyai dan mayarakat untuk kembali memimpin Kabupaten Wonosobo pada periode 2010-2015 dan Maya Rosyida sebagai wakil bupatiya. Kini, Kholik bersama wanita kelahiran Banjarmasin 24 Januarai 1979 Aina Liza telah dikaruniani anak-anak yang sholeh-sholehah. Anak pertamanya dilahirkan saat gejolak bangsa Indonesia dalam keadaan revormasi, Mikail Omar Ma’roov yang dilahirkan di Purwokerto, 6 Agustus 1998 saat Kholik masih menjadi wartawan. Anak keduanya bernama Omar Laits Asfa yang dilahirkan di Wonosobo, 20 Oktober 2001 saat Kholik menjadi Wakil Bupati. Anak ketiga yang lahir di Surabaya, 13 Agustus 2010 diberinama Siti Nuur Khadijah
Sabtu, 19 Januari 2013
Profil Abdullah Zaen (Yayasan Tunas Ilmu Purbalingga)
Nama : Abdullah Zaen, Lc, M.A. bin Zaeni Muhajjat, BA, M.S.
Tempat/Tanggal Lahir : Purwokerto, 1 Juli 1980
Pekerjaan : Pengasuh Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Purbalingga dan dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah “Imam Syafi’i” Jember
Alamat : Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Rt. 8 Rw. 2 Kedungwuluh Kalimanah Purbalingga 53371 Jawa Tengah
Riwayat Pendidikan:
- Formal:
1985 : TK Pertiwi Banyumas Jawa Tengah
1986-1992 : SD Kejawar I Banyumas Jawa Tengah
1993 : Pondok Modern ar-Risalah Slahung Ponorogo Jawa Timur
1994-1998 : Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur
1999 : Fakultas Syari’ah Institut Studi Islam Darussalam Gontor
2000 : Ma’had Lughah Islamic University of Medina (IUM) KSA
2001-2004 : S1 Fakultas Hadits dan Dirasat Islamiyah IUM (Cumlaude)
2005-2009 : S2 Jurusan Aqidah IUM (Cumlaude)
- Non Formal :
2000-2009 : Belajar berbagai kitab pada:
- Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-‘Abbâd: kitab Sunan Abi Dâwûd, sebagian dari Sunan at-Tirmidzi, al-Arba’în an-Nawawiyyah dan sebagian dari Sunan Ibn Mâjah .
- Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Âmir ar-Ruhaili: kitab: al-Ushûl ats-Tsalâtsah, Kasyf asy-Syubuhât, al-Qawâ’id al-Arba’, Kitab at-Tauhîd, Kitab al-Îmân li Abi ‘Ubaid al-Qâsim bin Sallâm, sebagian dari Kitab al-Qadar li Ibn Wahb, sebagian dari Kitab as-Sunnah li al-Khallâl, Kitab al-I’tiqâd li Ibn Abi Ya’la, Syarh as-Sunnah li al-Muzani, Mauqif Ahl as-Sunnah min Ahl al-Ahwâ’ wa al-Bida’, sebagian dari Riyâdh ash-Shâlihîn, Ushûl as-Sunnah li al-Imam Ahmad, sebagian dari at-Tadmuriah dan sebagian dari al-Hamawiyah.
- Syaikh. Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-‘Abbâd: kitab Fâ’idah Jalîlah fî Qawâ’id al-Asmâ’ al-Husna, sebagian dari al-Adab al-Mufrad, sebagian dari Tharîq al-Wushûl, sebagian dari al-Qawâ’id al-Mutsla, dan sebagian dari al-’Aqîdah al-Wâsithiyah.
- Syaikh. Dr. Shalih bin Sa’ad as-Suhaimy: kitab Kasyf asy-Syubuhât.
- Syaikh. Dr. Sulaiman bin Salîmullah ar-Ruhaily: sebagian dari kitab Manâr as-Sabîl, sebagian dari al-Waraqât, sebagian dari Manzhûmah al-Qawâ’id al-Fiqhiyyah li as-Sa’dy.
- Syaikh ‘Ubaid al-Jâbiry: sebagian dari kitab Syarh as-Sunnah li al-Barbahâry.
- Syaikh Prof. Dr. Muhammad bin Khalîfah at-Tamîmi: sebagian dari kitab al-Hamawiyah.
- Syaikh Dr Abdullah bin Abdurrahîm al-Bukhâry: sebagian dari kitab al-Bâ’its al-Hatsîts.
- Syaikh Abdurrahman ar-Raddâdy: sebagian dari Matan Abi Syuja’.
- Sekertaris Pimpinan Pondok Modern Gontor (tahun 1999).
- Ketua Mahasiswa Indonesia Islamic University of Medina (tahun 2003).
- Pembina Yayasan ar-Raudloh Jogjakarta (tahun 2006 hingga sekarang).
- Pembina Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga (tahun 2010 hingga sekarang)
- Takmir Masjid Agung Darussalam Purbalingga – Bagian Imarah (tahun 2010 hingga sekarang)
Pengalaman Kerja:
- Guru Kulliyyatul Mu’allimin al-Islamiyah Pondok Modern Gontor (1999-2000)
- Penerjemah di Badan Penyuluhan Haji Kementrian Agama Arab Saudi, hampir pada setiap musim haji, sejak tahun 2003 hingga 2009.
Karya Ilmiah:
- Buku berbahasa Indonesia:
- Imam Syafi’i Menggugat Syirik, Pembelaan Imam Syafi’i dan Para Pengikutnya terhadap Tauhid (diterbitkan oleh Maktabah al-Hanif Jogjakarta tahun 2007).
- 14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah (diterbitkan oleh Pustaka Muslim Jogjakarta tahun 2007).
- Untaian Mutiara Khutbah dan Nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Haji Wada’. Terjemahan dari Khuthab wa Mawâ’izh min Hajjah al-Wadâ’ karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-’Abbâd al-Badr (diterbitkan di Madinah).
- Ulama Mekah dan Nejd Bersatu Padu Membela Tauhid dan Memerangi Kesyirikan – Dokumen Nota Kesepakatan Ulama Mekah dan Ulama Nejd dalam Masalah Tauhid. Terjemahan dari al-Bayân al-Mufîd fî mât tafaqa ‘alaihi ‘Ulama Mekkah wa Najd min ‘Aqâ’id at-Tauhîd (diterbitkan oleh Islamic Centre Hauthah Sudair Riyadh).
- Biarkan Syi’ah Bercerita tentang Agamanya. Terjemahan dan ringkasan dari kaset Waqafât ma’a Du’ât at-Taqrîb oleh Syaikh Abdullah as-Salafy (diterbitkan oleh Pustaka Muslim Jogjakarta).
- Pancaran Nilai-nilai Keimanan dalam Ibadah Haji – Studi tentang Keterkaitan Ibadah Haji dengan Aqidah Seorang Muslim. Terjemahan dan ringkasan dari buku Durûs ‘Aqadiyyah Mustafâdah min al-Hajj karya Syaikh Prof Dr. Abdurrazzâq bin Abdul Muhsin al-’Abbâd al-Badr.
- Penjatuhan Vonis Kafir dan Aturannya. Terjemahan dari at-Takfîr wa Dhawâbithuh karya Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaily (diterbitkan Darus Sunnah Jakarta).
- Upaya Menjaga Kemurnian Islam – Menyoal Tahdzîr dan Norma-normanya.
- Perpustakaan Pak Ustadz – Daftar Buku-buku Primer bagi Para Da’i.
- Penggugur Dosa.
- Agama adalah Nasehat.
- Indahnya Islam
- Berdakwah dengan Akhlak Mulia
- Berdakwah dengan Hati
- Beberapa Kaidah Penting Tafsir
- Beberapa Pembahasan Penting tentang Isti’adzah
- Beberapa Pembahasan Penting tentang Basmalah
- Tafsir Surat al-Fatihah
- Tafsir Surat an-Nas
- dan lain-lain.
- Tahrîk al-Ushbu’ fi at-Tasyahhud.
- Manzilah ash-Shahâbah Bain al-Ghulâh wa al-Jufâh.
- Ta’rîf Tauhîd al-Asmâ’ wa ash-Shifât wa ‘Alâqatuh bi Aqsâm at-Tauhîd al-Ukhrâ.
- Nawâqidh Tauhîd ar-Rubûbiyyah.
- Tahqîq al-Qaul fî mâ Nusiba ilâ al-Imâm Mâlik fî anna al-Îmân Yazîd wa Tawaqqufuh ‘an an-Nuqshân.
- Mazhâhirul Inhirâf fî Tauhîd al-’Ibâdah ladâ Ba’dh Muslimî Indonesia wa Mauqif al-Islâm minhâ (tesis).
Rabu, 19 September 2012
PROFIL AKHMAD SUHERMAN, ST Bin SUCIPTO (Den Herman Wonosobo)
PPKH Wonosobo 2015 sampai Sekarang Owner KELUARGA PUCUK MERAH Channel Youtube Owner BEDALY ZONE (Internet Servise Provider)
Selasa, 18 September 2012
PROFIL ETI MAYASARI, S.Pd.I (Mergosari, Sukoharjo)
Tempat & Tanggal Lahir : Wonosobo, 22 Desember 1987
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : JLn. Raya Sukoharjo Km 2. Brenkoque No 24.
Mergosari RT 01 RW 01, Mergosari Sukoharjo
Wonosobo 56363
Gol Darah : B
Status Perkawinan : Menikah dengan Akhmad Suherman, ST
Pekerjaan : MTS Ma'arif NU Sukoharjo
Pendidikan : SD Negeri Mergosari
SMP Negeri 1 Sigaluh Banjarnegara
SMK Negeri 1 Wonosobo
UNSIQ Jateng di Wonosobo
Pengalaman Kerja &
Organisasi : Pernah Menjadi Sekretaris OSIS
Pernah Menjadi Sekretaris IPPNU PAC Sukoharjo
Pernah Menjadi Penggurus IPPNU PC Wonosobo
Pernah Menjadi KPMD Desa Mergosari
Pernah Menjadi Bendahara TPK Mergosari
Pernah Menjadi Bendahara Organisasi Sosial Mergosari
Bendahara Paket C " Nawa Nartika "
Bendahara MTS Ma'arif NU Sukoharjo
Bendahara FITK UNSIQ Korlap Sukoharjo
Sekretaris II Fatayat PAC Sukoharjo
FACEBOOK : https://www.facebook.com/Jeunk.etty.Mayasari
Kamis, 13 September 2012
PROFIL H. HASAN ASY'ARI,S.Pd.I, MM Bin S. CHOBARUDIN (Mergosari Sukoharjo)
- Pernah menjadi ketua IPNU ranting Mergosari
- Pernah menjadi Ketua IPNU Anak Ranting Sukoharjo
- Ketua IPNU Anak Cabang Wonosobo
- Ketua PMII (persatuan mahasiswa Islam indonesia) Wonosobo
- SeKjen PKB
- Penasehat GP ANSOR PAC Sukoharjo
- Penasehat GP ANSOR PC Wonosobo
- Dsb,
Senin, 10 September 2012
PROFIL GATHOT SUDARTO, SH Bin ABDUROKHMAN (Mergosari Sukoharjo)
Gathot Sudharto , Lahir di Wonosobo
pada Tanggal 16 Maret 1975 putra dari pasangan Abdurokhman dan Salminah (
Almarhumah ) .- Sekretaris Desa Mergosari ( sejak 2001 )
- Komandan BANSER Sukoharjo ( 2008 – 2013 )
- Koordinator bidang pengkaderan MWC NU Sukoharjo
- Ketua Umum GP ANSOR PAC Sukoharjo ( 2012 - 2017 )
- Wakil Ketua GP ANSOR PC Wonosobo ( 2012 - 2017 )
Senin, 17 Agustus 2009
PROFIL ABDURRAHMAN WAHID / GUSDUR
|
DATA PRIBADI |
|
|
Kewarganegaran : |
Indonesia |
|
Tempat, Tanggal Lahir : |
Jombang Jawa Timur, 4 Agustus 1940 |
|
Istri : |
Sinta Nuriyah |
|
Anak : |
1. Alissa Qotrunnada Munawaroh (P) 2. Zannuba Arifah Chafsoh (P) 3. Annita Hayatunnufus (P) 4. Inayah Wulandari (P) |
|
ALAMAT |
|
|
Rumah : |
Jl. Warung Silah No. 10, Ciganjur Jakarta Selatan 12630 - Indonesia |
|
PENDIDIKAN |
|
|
1966-1970 |
Universitas Baghdad, Irak Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab |
|
|
|
|
1964-1966 |
Al Azhar University, Cairo, Mesir Fakultas Syari'ah (Kulliyah al-Syari'ah) |
|
1959-1963 |
Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Indonesia |
|
1957-1959 |
Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia |
|
JABATAN |
|
|
1998-Sekarang |
Partai Kebangkitan Bangsa, Indonesia Ketua Dewan Syura DPP PKB |
|
2004-Sekarang |
The WAHID Institute, Indonesia Pendiri |
|
2000-Sekarang |
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Indonesia Mustasyar |
|
2002-Sekarang |
Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Indonesia Rektor |
|
PENGALAMAN JABATAN |
|
|
1999-2001 |
Presiden Republik Indonesia |
|
1989-1993 |
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat RI |
|
1987-1992 |
Ketua Majelis Ulama Indonesia |
|
1984-2000 |
Ketua Dewan Tanfidz PBNU |
|
1980-1984 |
Katib Awwal PBNU |
|
1974-1980 |
Sekretaris Umum Pesantren Tebu Ireng |
|
1972-1974 |
Fakultas Ushuludin Universitas Hasyim Ashari, Jombang Dekan dan Dosen |
|
PENGALAMAN ORGANISASI |
|
|
2003 |
Gerakan Moral Rekonsiliasi Nasional Penasehat |
|
2002 |
Solidaritas Korban Pelanggaran HAM Penasehat |
|
1990 |
Forum Demokrasi Pendiri dan Anggota |
|
1986-1987 |
Festifal Film Indonesia Juri |
|
1982-1985 |
Dewan Kesenian Jakarta Ketua Umum |
|
1965 |
Himpunan Pemuda Peladjar Indonesia di Cairo - United Arab Republic (Mesir) Wakil Ketua |
|
AKTIVITAS INTERNASIONAL |
|
|
2003-Sekarang |
Non Violence Peace Movement, Seoul, Korea Selatan Presiden |
|
2003-Sekarang |
International Strategic Dialogue Center, Universitas Netanya, Israel Anggota Dewan Internasional bersama Mikhail Gorbachev, Ehud Barak and Carl Bildt |
|
2003-Sekarang |
International Islamic Christian Organization for Reconciliation and Reconstruction (IICORR), London, Inggris Presiden Kehormatan |
|
2002-Sekarang |
International and Interreligious Federation for World Peace (IIFWP), New York, Amerika Serikat Anggota Dewan Penasehat Internasional |
|
2002 |
Association of Muslim Community Leaders (AMCL), New York, Amerika Serikat Presiden |
|
1994-Sekarang |
Shimon Perez Center for Peace, Tel Aviv, Israel Pendiri dan Anggota |
|
1994-1998 |
World Conference on Religion and Peace (WCRP), New York, Amerika Serikat Presiden |
|
1994 |
International Dialogue Project for Area Study and Law, Den Haag, Belanda Penasehat |
|
1980-1983 |
The Aga Khan Award for Islamic Architecture Anggota Dewan Juri |
|
PENGHARGAAN |
|
|
2004 |
Anugrah Mpu Peradah, DPP Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, Jakarta, Indonesia |
|
2004 |
The Culture of Peace Distinguished Award 2003, International Culture of Peace Project Religions for Peace, Trento, Italia |
|
2003 |
Global Tolerance Award, Friends of the United Nations, New York, Amerika Serikat |
|
2003 |
World Peace Prize Award, World Peace Prize Awarding Council (WPPAC), Seoul, Korea Selatan |
|
2003 |
Dare to Fail Award , Billi PS Lim, penulis buku paling laris "Dare to Fail", Kuala Lumpur, Malaysia |
|
2002 |
Pin Emas NU, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Indonesia. |
|
2002 |
Gelar Kanjeng Pangeran Aryo (KPA), Sampeyan dalem Ingkang Sinuhun
Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XII, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia |
|
2001 |
Public Service Award, Universitas Columbia , New York , Amerika Serikat |
|
2000 |
Ambassador of Peace, International and Interreligious Federation for World peace (IIFWP), New York, Amerika Serikat |
|
2000 |
Paul Harris Fellow, The Rotary Foundation of Rotary International |
|
1998 |
Man of The Year, Majalah REM, Indonesia |
|
1993 |
Magsaysay Award, Manila , Filipina |
|
1991 |
Islamic Missionary Award , Pemerintah Mesir |
|
1990 |
Tokoh 1990, Majalah Editor, Indonesia |
|
DOKTOR KEHORMATAN |
|
|
2003 |
Netanya University , Israel |
|
2003 |
Konkuk University, Seoul, South Korea |
|
2003 |
Sun Moon University, Seoul, South Korea |
|
2002 |
Soka Gakkai University, Tokyo, Japan |
|
2000 |
Thammasat University, Bangkok, Thailand |
|
2001 |
Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand |
|
2000 |
Pantheon Sorborne University, Paris, France |
|
1999 |
Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand |
|
HOBI |
|
|
Mendengarkan dan menyaksikan pagelaran Wayang Kulit. |
|
|
Mendengarkan musik, terutama lagu-lagu karya Beethoven berjudul
Symphony No. 9 th, Mozart dalam 20 th piano concerto, Umm Khulsum dari
Mesir, Janis Joplin dan penyanyi balada Ebiet G. Ade. |
|
|
Mengamati pertandingan sepak bola, terutama liga Amerika latin dan liga Eropa. |
|
|
Mendengarkan audio book, terutama mengenai sejarah dan biografi. |
|
| Abdurrahman Wahid telah menghasilkan beberapa buah buku. Hingga saat ini dia terus menulis kolom di sejumlah surat kabar. Selain itu, dia masih aktif memberikan ceramah kepada publik di dalam maupun luar negeri. | |



