Label
Rabu, 12 Agustus 2020
ANAK SALEH YANG MENDOAKAN ORANG TUA || au waladin sholihin yad'u lahu - ...
Sabtu, 14 Desember 2019
WISATA PANTAI CONGOT TPI JETIS, CILACAP
Minggu, 10 November 2019
ANAK LAKI-LAKI SEBAGAI PENERUS KELUARGA
Berbeda dari anak perempuan, yang kelak bisa mengubah nama belakangnya dengan nama suami. Harapan itu berdampak pada gaya pengasuhan ayah terhadap anak laki-lakinya seperti:
1. Mengajarkan dan memberi contoh bagaimana peran seorang laki-laki, bertindak sebagai laki-laki dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari laki-laki.
2. Melakukan segala yang tidak diduga oleh kaum ibu. Kadang ayah sering dianggap bermasalah, karena apa yang dilakukan tidak sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh ibu. Sebenarnya ayah tidak melakukan hal yang salah, hanya saja caranya berbeda dengan ibu.
Baca juga: 7 Hal Ini Perlu Ayah Berikan pada Anak Laki-laki
3. Lebih senang melakukan kegiatan fisik yang sedikit memerlukan tenaga atau adu fisik. Ayah ingin anak laki-lakinya kuat dan berani. Anak meninju dada ayah sekuat tenaga, tidak masalah! Dan adu fisik yang dilakukan oleh ayah berdampak positif, anak laki-laki belajar cara mengontrol reaksi fisik dan mengatur emosi.
4. Mengajak kegiatan-kegiatan spontan, misalnya bermain ke luar rumah. Ayah merasa anak laki-laki tidak membutuhkan syarat atau persiapan ketika diajak pergi secara mendadak, sama seperti dirinya yang bisa pergi kapan saja tanpa harus dandan.
5. Mengajak untuk mengasah logika, sesuai keahliannya. Misalnya ayah lebih senang menjelaskan alasan kenapa anak harus memastikan arah menendang bola. Jika bola kena kaca, kaca akan pecah. Daripada “Nanti kalau bola kamu mengenai Lucy, tetangga depan. Kasihan Lucy, bagaimana perasaannya kalau ia terkena bola?
6. Mengajak untuk siap bersaing dengan siapa saja. Ayah tidak ingin puteranya hidup tanpa memiliki daya juang, hanya mengalah dan mengalah. Mau diletakkan di mana ego seorang laki-laki?
7. Tidak mengindahkan anak laki-laki menangis. Ia cenderung tidak senang melihat anak laki-lakinya menangis. Tangisan merupakan bentuk dari kekalahan atau kelemahan.
8. Memberi contoh bahwa laki-laki bertugas melindungi kaum perempuan. Sejak dini, ayah akan mengajak puteranya mendampingi dan membantu sang ibu. Misalnya membantu ibu membawakan tas belanjanya.
Kamis, 14 September 2017
UPAYA TUMBUH KEMBANG ANAK
Keluarga/ orangtua berfungsi untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin. Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.
Hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa hubungan antara orangtua dan anak yang hangat, terbuka, dan komunikatif; terdapat batas yang wajar antar usia; menyampaikan alasan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan anak, akan meningkatkan rasa percaya diri dan juga performa di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Selain itu anak akan lebih terhindar dari hal-hal negatif seperti, depresi dan penggunaan narkoba.
Budaya, kepercayaan, tradisi, dan nilai yang dianut dalam suatu keluarga juga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada orangtua Cina-Amerika menyebutkan bahwa para orang tua memiliki cukup andil dalam mengatur tingkah laku anaknya, sehingga masalah terkait penyimpangan perilaku pada anak jarang dijumpai.
Pada masa remaja-dewasa muda, orangtua memiliki tugas dan peran baru seiring dengan berubahnya kebutuhan anak pada masa ini. Perubahan yang terjadi pada masa ini adalah perubahan secara fisik, kognitif, dan juga sosial. Anak akan mulai melepaskan diri dari ketergantungan pada keluarga dan mulai fokus pada kehidupan sosial di luar rumah. Tantangan bagi orangtua adalah bagaimana harus menyeimbangkan antara mempertahankan ikatan dalam keluarga dan meningkatkan otonomi anak seiring dengan bertambahnya usia dan pendewasaan pada anak. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa orangtua yang tetap mempertahankan komunikasi yang baik dan hangat memiliki anak dengan luaran lebih baik dalam kehidupan sosialnya, tidak menggunakan narkoba, mengalami gangguan cemas dan depresi yang lebih sedikit daripada anak dengan orangtua yang tidak menjaga komunikasi pada masa remaja-dewasa muda.
Keberhasilan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian. Mengapa peran keluarga utamanya orangtua sangat penting? Lingkungan paparan pertama dan tersering bagi anak-anak adalah keluarga. Pembentukan karakter dan proses tumbuh kembang pertama kali dimulai dari sini. Anak-anak harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi penentu kehidupannya nanti. Harus dipersiapkan untuk bisa membuat keputusan sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten di masyarakat. Proses ini dapat didapatkan sedini mungkin tergantung pada lingkungan tempat tinggal anak dibesarkan.
Kondisi yang optimal di rumah, pemenuhan nutrisi yang cukup, dan interaksi antar orangtua maupun dengan anak sangat mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak. Orangtua bertanggungjawab untuk menyediakan lingkungan yang aman, memantau aktivitas anak, membantu mengembangkan emosi sosial dan kognitif, serta menyediakan arahan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman dan kondusif, anak akan senang bermain, mengeksplorasi hingga menemukan berbagai hal baru yang dapat meningkatkan level perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Harapannya kelak dapat menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan produktif.
UNICEF bersama dengan komunitas lain memberdayakan keluarga dan komunitas di lingkungan sekitarnya untuk membantu setiap anak mendapatkan awal yang baik di kehidupannya. Salah satu bentuk upaya UNICEF untuk membantu mencapai tumbuh kembang anak yang optimal dan meningkatkan taraf hidup anak adalah program kerjasama dengan WHO, Care for Child Development. Dalam program ini lebih difokuskan pada kerjasama orangtua dan keluarga dalam menrawat dan mendidik anak secara efektif. Program ini sudah terbukti memiliki hasil yang baik pada keluarga maupun anaknya sendiri.
Pada Family and community practice that promote child survival, growth and development terdapat 12 hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak:
- Imunisasi
- Pemberian ASI
- Makanan pelengkap selain ASI
- Micronutrients
- Kebersihan
- Treated bednets
- Asupan makanan dan minuman
- Perawatan di rumah
- Care-seeking
- Adherence
- Stimulation
- Antenatal care
Kedua belas hal di atas membutuhkan peran orangtua, keluarga, komunitas, hingga pemerintah setempat agar dapat terlaksana dengan baik. Sehingga tumbuh kembang anak bisa optimal dan angka harapan hidup khususnya pada anak pun bisa meningkat.


