Tampilkan postingan dengan label KELUARGA PUCUK MERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA PUCUK MERAH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2020

ANAK SALEH YANG MENDOAKAN ORANG TUA || au waladin sholihin yad'u lahu - ...


Anak saleh yang mendoakan Orang Tua "au waladin sholihin yad'u lahu" Karena ada sebuah hadist yang menyatakan bahwa ketika kita sudah meninggal atau mati nanti, kita akan terputus amalnya kecuali tiga. Hadis tersebut berbunyi, “Idza matabnu aadama ingqata'a 'amaluhu illa min tsalaasin: shadaqatin jariatin au 'ilmin yuntafa'u bihi au waladin shaalikhin yad'ulah.”

Sabtu, 14 Desember 2019

WISATA PANTAI CONGOT TPI JETIS, CILACAP


Pantai Jetis berada di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Cilacap Jawa Tengah. Pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, di hari libur maupun hari biasa. Deburan ombak yang cukup tinggi, serta kondisi pantai yang bersih, menjadi pesona tersendiri bagi wisatawan. Banyaknya pepohonan juga membuat wisatawan betah ketika berkunjung ke destinasi yang satu ini. Tidak itu saja, di pantai ini, pengunjung juga bisa mendapatkan oleh-oleh untuk dibawa pulang, khususnya ikan segar hasil tangkapan nelayan. Di komplek pantai ini, terdapat tempat pelelangan ikan (TPI). Di TPI ini, aneka jenis ikan laut diperjual-belikan. Para wisatawan bisa membeli ikan segar dari para pedagang yang berjualan di sini.
Dengan perahu kecil ini, pengunjung akan diajak berkeliling menyusuri sungai yang berada di antara dua pantai, yakni Pantai Jetis dan Pantai Logending, Kebumen. Harga sekali naik untuk satu perahu sebesar Rp. 100 ribu, dengan kapasitas 10 penumpang.

Minggu, 10 November 2019

ANAK LAKI-LAKI SEBAGAI PENERUS KELUARGA

Menaruh harapan besar pada anak laki-laki agar kelak bisa menjadi sosok laki-laki yang kuat, tegas dan berani. Dalam psikologi revolusioner, yang merupakan turunan dari teori evolusi Darwin, ayah ingin menurunkan generasinya kepada anak laki-laki. Anak laki-laki masih dianggap sebagai penerus nama keluarga.
 
Berbeda dari anak perempuan, yang kelak bisa mengubah nama belakangnya dengan nama suami. Harapan itu berdampak pada gaya pengasuhan ayah terhadap anak laki-lakinya seperti:  

1. Mengajarkan dan memberi contoh bagaimana peran seorang laki-laki, bertindak sebagai laki-laki dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari laki-laki.

2. Melakukan segala yang tidak diduga oleh kaum ibu. Kadang ayah sering dianggap bermasalah,  karena apa yang dilakukan tidak sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh ibu. Sebenarnya ayah tidak melakukan hal yang salah, hanya saja caranya berbeda dengan ibu.

Baca juga: 7 Hal Ini Perlu Ayah Berikan pada Anak Laki-laki

3. Lebih senang melakukan kegiatan fisik yang sedikit memerlukan tenaga atau adu fisik. Ayah ingin anak laki-lakinya kuat dan berani. Anak meninju dada ayah sekuat tenaga, tidak masalah! Dan adu fisik yang dilakukan oleh ayah berdampak positif, anak laki-laki belajar cara mengontrol reaksi fisik dan mengatur emosi. 

4. Mengajak kegiatan-kegiatan spontan, misalnya bermain ke luar rumah. Ayah merasa anak laki-laki tidak membutuhkan syarat atau persiapan ketika diajak pergi secara mendadak, sama seperti dirinya yang bisa pergi kapan saja tanpa harus dandan.

5. Mengajak  untuk mengasah logika, sesuai keahliannya. Misalnya ayah lebih senang menjelaskan alasan kenapa anak harus memastikan arah menendang bola. Jika bola kena kaca, kaca akan pecah. Daripada “Nanti kalau bola kamu mengenai Lucy, tetangga depan. Kasihan Lucy, bagaimana perasaannya kalau ia terkena bola?

6. Mengajak untuk siap bersaing dengan siapa saja. Ayah tidak ingin puteranya hidup tanpa memiliki daya juang, hanya mengalah dan mengalah. Mau diletakkan di mana ego seorang laki-laki?

7. Tidak  mengindahkan anak laki-laki menangis. Ia cenderung tidak senang melihat anak laki-lakinya menangis. Tangisan merupakan bentuk dari kekalahan atau kelemahan.

8. Memberi  contoh bahwa laki-laki bertugas melindungi kaum perempuan. Sejak dini, ayah akan mengajak puteranya mendampingi dan membantu sang ibu. Misalnya membantu ibu membawakan tas belanjanya.
 
Anak ke dua dari pasangan Bpk. akhmad Suherman & Ibu Eti Mayasari asal Mergosari

Kamis, 14 September 2017

UPAYA TUMBUH KEMBANG ANAK

 

Keluarga/ orangtua berfungsi untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin. Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.

Hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa hubungan antara orangtua dan anak yang hangat, terbuka, dan komunikatif; terdapat batas yang wajar antar usia; menyampaikan alasan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan anak, akan meningkatkan rasa percaya diri dan juga performa di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Selain itu anak akan lebih terhindar dari hal-hal negatif seperti, depresi dan penggunaan narkoba.

Budaya, kepercayaan, tradisi, dan nilai yang dianut dalam suatu keluarga juga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada orangtua Cina-Amerika menyebutkan bahwa para orang tua memiliki cukup andil dalam mengatur tingkah laku anaknya, sehingga masalah terkait penyimpangan perilaku pada anak jarang dijumpai.

Pada masa remaja-dewasa muda, orangtua memiliki tugas dan peran baru seiring dengan berubahnya kebutuhan anak pada masa ini. Perubahan yang terjadi pada masa ini adalah perubahan secara fisik, kognitif, dan juga sosial. Anak akan mulai melepaskan diri dari ketergantungan pada keluarga dan mulai fokus pada kehidupan sosial di luar rumah. Tantangan bagi orangtua adalah bagaimana harus menyeimbangkan antara mempertahankan ikatan dalam keluarga dan meningkatkan otonomi anak seiring dengan bertambahnya usia dan pendewasaan pada anak. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa orangtua yang tetap mempertahankan komunikasi yang baik dan hangat memiliki anak dengan luaran lebih baik dalam kehidupan sosialnya, tidak menggunakan narkoba, mengalami gangguan cemas dan depresi yang lebih sedikit daripada anak dengan orangtua yang tidak menjaga komunikasi pada masa remaja-dewasa muda.

Keberhasilan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian. Mengapa peran keluarga utamanya orangtua sangat penting? Lingkungan paparan pertama dan tersering bagi anak-anak adalah keluarga. Pembentukan karakter dan proses tumbuh kembang pertama kali dimulai dari sini. Anak-anak harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi penentu kehidupannya nanti. Harus dipersiapkan untuk bisa membuat keputusan sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten di masyarakat. Proses ini dapat didapatkan sedini mungkin tergantung pada lingkungan tempat tinggal anak dibesarkan.

Kondisi yang optimal di rumah, pemenuhan nutrisi yang cukup, dan interaksi antar orangtua maupun dengan anak sangat mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak.   Orangtua bertanggungjawab untuk menyediakan lingkungan yang aman, memantau aktivitas anak, membantu mengembangkan emosi sosial dan kognitif, serta menyediakan arahan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman dan kondusif, anak akan senang bermain, mengeksplorasi hingga menemukan berbagai hal baru yang dapat meningkatkan level perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Harapannya kelak dapat menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan produktif.

UNICEF bersama dengan komunitas lain memberdayakan keluarga dan komunitas di lingkungan sekitarnya untuk membantu setiap anak mendapatkan awal yang baik di kehidupannya. Salah satu bentuk upaya UNICEF untuk membantu mencapai tumbuh kembang anak yang optimal dan meningkatkan taraf hidup anak adalah program kerjasama dengan WHO, Care for Child Development. Dalam program ini lebih difokuskan pada kerjasama orangtua dan keluarga dalam menrawat dan mendidik anak secara efektif. Program ini sudah terbukti memiliki hasil yang baik pada keluarga maupun anaknya sendiri.

Pada Family and community practice that promote child survival, growth and development terdapat 12 hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak:

  1. Imunisasi
  2. Pemberian ASI
  3. Makanan pelengkap selain ASI
  4. Micronutrients
  5. Kebersihan
  6. Treated bednets
  7. Asupan makanan dan minuman
  8. Perawatan di rumah
  9. Care-seeking
  10. Adherence
  11. Stimulation
  12. Antenatal care

Kedua belas hal di atas membutuhkan peran orangtua, keluarga, komunitas, hingga pemerintah setempat agar dapat terlaksana dengan baik. Sehingga tumbuh kembang anak bisa optimal dan angka harapan hidup khususnya pada anak pun bisa meningkat.

 

Rabu, 04 April 2012

BAYI SEHAT 6 BULAN PERTAMA

Wonosobo, 26 November 2011. Anak dari Bapak Akhmad Suherman dan Eti Mayasari
Tenang Saat Mendengar Suara Ibu Saat si Kecil rewel atau menangis dan ia menjadi tenang begitu mendengar suara Ibu, itu artinya perkembangan emosionalnya sudah semakin baik. Hal ini juga menandakan bahwa si Kecil telah melalui proses adaptasi dengan lancar dan mulai merasa nyaman dengan lingkungannya yang baru. Agar tumbuh menjadi bayi sehat dengan perkembangan fisik dan emosional yang baik, selalu pantau tiap kemajuan yang dilakukannya Ganti Popok 8-10 Kali Sehari Jika dalam sehari si Kecil harus berganti popok sebanyak 8 hingga 10 kali, itu merupakan tanda bahwa ia adalah bayi sehat karena mengonsumsi cukup cairan. Namun apabila ia tidak pipis atau buang air besar sebanyak itu, Ibu perlu waspada karena bisa jadi si Kecil kekurangan cairan dan jika terus dibiarkan bisa menyebabkan dehidrasi. Tidak hanya itu, si Kecil juga tidak mendapatkan cukup nutrisi dari ASI Ibu sehingga bisa menyebabkan tumbuh kembangnya terhambat. Buruknya lagi, ia bisa terkena stunting akibat kekurangan gizi kronis bila terjadi secara terus-menerus. Berat Badan Meningkat Bayi yang sehat adalah bayi yang cukup mendapatkan nutrisi sehingga berat badannya pun meningkat secara bertahap sesuai pertambahan usianya. Di 6 bulan awal hidupnya, bayi mengalami kenaikan berat badan sekitar 150-200 gram per minggu. Untuk itu Ibu perlu melakukan pemeriksaan kesehatan si Kecil ke Dokter Spesialis Anak atau Posyandu secara rutin untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangannya Banyak Tidur Ibu jangan khawatir jika si Kecil terlalu sering tidur, sebab di usia 1 hingga 4 bulan bayi menghabiskan 20 jam dalam sehari untuk beristirahat. Apabila setiap 4 jam ia menggunakan 20 menit untuk tidur, itu artinya si Kecil merupakan bayi sehat dan kondisinya termasuk normal sehingga tak ada yang perlu dicemaskan. Sering Menangis Sering menangis bukan berarti si Kecil mengalami gangguan kesehatan. Hal tersebut justru menandakan bahwa ia merupakan bayi yang sehat. Dalam sehari, bayi umumnya menangis selama beberapa jam jika merasa lapar, lelah, kedinginan, kepanasan, atau ingin popoknya diganti. Jadi Ibu tak perlu panik saat si Kecil mulai menangis. Cari tahu dulu penyebabnya dengan segera dan saat sudah merasa nyaman, si Kecil pun akan tenang kembali. Menoleh ke Arah Suara Bayi memang sudah bisa mendengar sejak lahir, tapi ia membutuhkan waktu untuk bisa membedakan suara satu dengan yang lain. Nah, salah satu ciri-ciri bayi sehat adalah berusaha mencari sumber suara dengan menolehkan kepala dan terdiam beberapa saat untuk mendengarkan dengan lebih jelas. Dalam beberapa bulan ke depan, si Kecil akan lebih peka terhadap berbagai suara dan bisa segera mengenali sumber suara tersebut. Tertarik dengan Hal di Sekitarnya Si Kecil sudah mulai sering terbangun dan tertarik untuk mempelajari hal-hal yang ada di sekitarnya. Coba Ibu perhatikan, apakah ia terlihat diam memperhatikan wajah Ibu atau benda yang sedang Ibu pegang? Jika ya, ia sebenarnya sedang mencoba ‘belajar’ dan beradaptasi dengan dunia barunya. Meski penglihatannya masih samar, tapi perlahan ia sedang berusaha memahami informasi baru yang dilihatnya. Kemampuan ini dimulai saat otot matanya dapat terkontrol dan melihat sesuatu dengan lebih jelas. Dapat Menopang Berat Badannya Sendiri Meski hanya sebentar, saat si Kecil berusia 1 bulan ia sudah bisa menahan kepalanya sendiri. Kemudian saat menginjak 3 bulan, ia akan semakin kuat untuk mengangkat kepalanya. Kemampuan ini menandakan otot-ototnya sedang mengalami peregangan sebagai bentuk bahwa tumbuh kembangnya sehat dan normal. Setelahnya, bayi sehat pun akan memasuki kemampuan untuk tengkurap, berguling, duduk, lalu berdiri. Berinteraksi dengan Orang Lain Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bayi 1 bulan sudah memiliki ketertarikan terhadap orang dan benda di sekelilingnya. Seiring dengan perkembangannya di usia 2 bulan, ia pun mulai bisa untuk diajak berinteraksi oleh orang lain dengan cara tersenyum saat diajak bicara. Kemudian saat berusia 4 bulan, si Kecil akan mengeluarkan ekspresi tertawa sebagai bentuk respon saat diajak berkomunikasi. Semua respon tersebut menandakan tumbuh kembangnya sehat sehingga ia sudah bisa lebih mengenali kondisi lingkungan sekelilingnya.