Rabu, 14 April 2010

Asal Muasal Pedukuhan di Desa Mergosari (Versi III)



Mungkinkah Kedatangan para Kyai tersebut  ada Kaitannya dengan :Hikayat Cangkok Wijayakusuma

Versi ketiga
( di ceritakan mbah H. Sukardi dan di hubungkan dengan babad kota wonosobo oleh sdr penyusun )

        Dari Cerita Cangkok Wijayakusuma  , yang mengisahkan  pengambilan kembang wijayakusuma oleh pangeran dari keraton jogjakarta  Dari Nusa kambangan sampai menimbulkan peperangan  dan berujung pada cerita perang tanding Pangeran ngajogjakarto dengan pangeran Wora-wari  yang  erat kaitannya dengan nama – nama di wilayah kecamatan Sukoharjo seperti Jebeng Plampitan , Dusun Wora-wari , Dengok ,kali sendang aring , banaran , Kajeksan , Pandak Groak ,Pandak Sumpel , Suguh Tami , Sidakala , Songgoluwang,  ada kemungkinan Kesembilan Kyai yang ada di Mergosari pada zaman dahulu merupakan prajurit sisa dari pengikut pangeran Wora wari dan pangeran Ngajogjakarto  yang menetap di  Gondang , Timbang , Brengkok .Mengingat bahwa   sebuah peristiwa yang terjadi  di suatu tempat dan waktu , sering di jadikan tenger / pengingat  yang menggambarkan kejadian pada waktu itu . misalnya kata : pada jaman Gegeran ........, pokoke pas desa sedang wayangan , dsb. Konon salah satu Makam pangeran tersebut berada di  pandak kidul sekarang ini . dan di Desa sidakala yang menurut cerita yang berkembang Desa sidakala tidak akan ada lindu / gempa walaupun sekelilingnya terjadi gempa .  
        Di wonosobo sendiiri , berdasarkan cerita rakyat sekitar awal abad 18  ( 1800 M )  tersebutlah 3 pengelana masing masing  bernama Kyai Kolodete yang merintis pemukiman di pegunungan dieng , Kyai Karim yang merintis pemukiman  di daerah kalibeber , dan kyai walik yang merintis pemukiman di sekitar kota wonosobo sekarang ini .Dari pemukiman yang di buka tiga tokoh tersebut kemudian menjadi ramai kemudian di kenal  beberapa nama tokoh penguasa daerah  wonosobo seperti Tumenggung Kartowaseso  yang pusat kekuasannya di wilayah selomanik . Di kenal pula Tumenggung Wiroduto sebagai penguasa Wonosobo dengan kekuasaan di Kalilusi Pecekalan  yang selanjutnya di pindahkan ke ledok.
Seorang Cucu Kyai Karim yang di kenal dengan nama Ki Singowedono ( Tumenggung Jogonegoro )  yang mendapat hadiah satu tempat di selomerto  dari keraton mataram  dan menjadi penguasa di wilayah tersebut.Pada saat itu pusat kekuasaan di pindahkan ke selomerto , dan di pindah ke wonosobo oleh Tumenggung Setjonegoro pada masa Berikutnya yang merupakan Penguasa / Kepala Pemerintahan  pertama di wonosobo .setelah meninggal dunia Tumenggung Jogonegoro di makamkan di pakuncen  selomerto .
Dari babad  wonosobo tersebut , ada kemungkinan juga kyai yang ada di mergosari merupakan duta dari jogonegoro dalam memperluas  pemerintahan  mengingat pada saat itu  dalam kekuasaan kerajaan mataram untuk menyebarkan Syiar islam mengingat Syiar islam di wonosobo  sejak abaad 17 .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar