Mungkinkah Kedatangan para Kyai tersebut ada Kaitannya dengan :Hikayat Cangkok Wijayakusuma
Versi ketiga
( di ceritakan mbah H. Sukardi dan di hubungkan dengan
babad kota
wonosobo oleh sdr penyusun )
Dari
Cerita Cangkok Wijayakusuma , yang
mengisahkan pengambilan kembang
wijayakusuma oleh pangeran dari keraton jogjakarta Dari Nusa kambangan sampai menimbulkan
peperangan dan berujung pada cerita perang
tanding Pangeran ngajogjakarto dengan pangeran Wora-wari yang
erat kaitannya dengan nama – nama di wilayah kecamatan Sukoharjo seperti
Jebeng Plampitan , Dusun Wora-wari , Dengok ,kali sendang aring , banaran ,
Kajeksan , Pandak Groak ,Pandak Sumpel , Suguh Tami , Sidakala
, Songgoluwang, ada kemungkinan
Kesembilan Kyai yang ada di Mergosari pada zaman dahulu merupakan prajurit sisa
dari pengikut pangeran Wora wari dan pangeran Ngajogjakarto yang menetap di Gondang , Timbang , Brengkok .Mengingat
bahwa sebuah peristiwa yang
terjadi di suatu tempat dan waktu ,
sering di jadikan tenger / pengingat yang menggambarkan kejadian pada waktu itu .
misalnya kata : pada jaman Gegeran ........, pokoke pas desa sedang wayangan ,
dsb. Konon salah satu Makam pangeran tersebut berada di pandak kidul sekarang ini . dan di Desa
sidakala yang menurut cerita yang berkembang Desa sidakala tidak akan ada lindu
/ gempa walaupun sekelilingnya terjadi gempa .
Di
wonosobo sendiiri , berdasarkan cerita rakyat sekitar awal abad 18 ( 1800 M ) tersebutlah 3 pengelana masing masing bernama Kyai Kolodete yang merintis
pemukiman di pegunungan dieng , Kyai Karim yang merintis pemukiman di daerah kalibeber , dan kyai walik yang
merintis pemukiman di sekitar kota wonosobo sekarang ini .Dari pemukiman yang
di buka tiga tokoh tersebut kemudian menjadi ramai kemudian di kenal beberapa nama tokoh penguasa daerah wonosobo seperti Tumenggung
Kartowaseso yang pusat kekuasannya
di wilayah selomanik . Di kenal pula Tumenggung Wiroduto sebagai penguasa Wonosobo dengan
kekuasaan di Kalilusi Pecekalan yang
selanjutnya di pindahkan ke ledok.
Seorang Cucu Kyai Karim yang di kenal dengan nama
Ki Singowedono ( Tumenggung Jogonegoro ) yang mendapat hadiah satu tempat di selomerto dari keraton mataram dan menjadi penguasa di wilayah tersebut.Pada
saat itu pusat kekuasaan di pindahkan ke selomerto , dan di pindah ke wonosobo
oleh Tumenggung Setjonegoro pada masa Berikutnya yang merupakan Penguasa
/ Kepala Pemerintahan pertama di
wonosobo .setelah meninggal dunia Tumenggung Jogonegoro di makamkan di pakuncen
selomerto .
Dari babad wonosobo tersebut , ada kemungkinan juga kyai
yang ada di mergosari merupakan duta dari jogonegoro dalam memperluas pemerintahan mengingat pada saat itu dalam kekuasaan kerajaan mataram untuk
menyebarkan Syiar islam mengingat Syiar islam di wonosobo sejak abaad 17 .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar