Jumat, 14 September 2012

Pasar Buah Sawangan di Kawasan Agropolitan Wonosobo : PENDEKATAN UMUM PERANCANGAN


4.2. PENDEKATAN UMUM PERANCANGAN
Pasar merupakan salah satu sumber daya yang potensial dan strategis dalam perencanaan, karena pasar adalah pusat kegiatan ekonomi yang dapat merangkul semua kalangan masyarakat, terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang merupakan sebagian besar penduduk negara kita. Pasar selain sebagai penggerak roda perekonomian (generator) dapat dikembangkan sebagai sarana rekreasi dan interaksi yang diharapkan dapat mempererat rasa persaudaraan warga (menghindari suasana individualis dalam masyarakat).
Kondisi pasar tradisional yang identik dengan kesan kumuh dan jorok terjadi karena penataan dan pengelolaan pasar yang belum dilakukan dengan optimal. Sehingga sebagai upaya menghilangkan kesan tersebut, perlu dilakukan dan pengelolaan yang baik, dan pada akhirnya dapat menimbulkan efek positif di berbagai lini kehidupan, karena pasar merupakan salah satu denyut nadi perekonomian suatu daerah yang melibatkan masyarakat secara langsung sebagai pelaku utamanya.
Kedinamisan suatu pasar tradisional merupakan salah satu indikator keberhasilan perekonomian suatu daerah, yang berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat pada daerah tersebut.

4.2.1. Pendekatan Konsep Makro
Salah satu faktor pendekatan konsep makro dalam perencanaan Pasar Buah Sawangan yang sangat penting adalah lokasi pasar, yang memperhitungkan hubungan dengan kawasan sekitarnya. Lokasi yang ada harus diperhatikan dari segi kestrategisannya, mudah dikenali dan berada di Kawasan Agropolitan Rojonoto. Sehingga hal tersebut dapat menjadi potensi yang kuat untuk perencanaan Pasar Buah Sawangan ini untuk menjadi pusat perdagangan bagi masyarakat sekitar pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Wonosobo pada umumnya, pusat pemasaran bagi petani, pusat pendidikan agro bagi masyarakat dan rekreasi bagi masyarakat kabupaten Wonosobo.

4.2.2. Pendekatan Konsep Mikro
Konsep Mikro merupakan konsep yang berhubungan dengan kawasan yang telah ada, sehingga dapat berfungsi optimal dengan analisa dari aspek-aspek yang berhubungan dengan lingkungan setempat.
Melihat lokasi wilayah perencanaan Pasar Buah Sawangan terhadap wilayah-wilayah lainnya serta hubungannya dengan infrastruktur-infrastruktur utama di Kawasan perencanaan, maka perencanaan Pasar Buah Sawangan ini sangat berpotensi besar untuk mengembangkan Wilayah Agropolitan sebagai pusat dalam skala regional. Dari konsep inilah diterjemahkan dalam konsep-konsep arsitektural yang berhubungan langsung dengan desain menjadi konsep mikro.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar