Rabu, 12 September 2012

Pasar Buah Sawangan di Kawasan Agropolitan Wonosobo : TINJAUAN UMUM PASAR BUAH SAWANGAN


2.2.    TINJAUAN UMUM PASAR BUAH SAWANGAN
2.2.1.    Pengertian
Perencanaan dan perancangan Sawangan sebagai Pasar Buah hasil produksi dari Kawasan Agropolitan di Wonosobo dimana sampai saat ini belum ada tempat menampung dan mewadai hasil produksi pertanian, hal ini direncanakan dengan diadakanya pengembangan Kawasan Sawangan sebagai kota tani utama dengan membangaun sarana dan prasarana bangunan fisik guna mendukung kegiatan agribisnis pada Kawasan Agropolitan di Wonosobo
2.2.2.Perbandingan Prinsip Antara Pasar Tradisional dan Pasar Modern
Pasar merupakan suatu pusat perbelanjaan yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat. Pasar menjadi tempat kita untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama kebutuhan pokok, makanan sehari–hari yang memerlukan bahan makanan yang beraneka ragam. Pasar menyediakan seluruh kebutuhan manusia. Mulai dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan tambahan. Dari jenis bahan mentah makanan samapi jenis makanan yang sudah masak, peralatan dapur seperti penggorengan, panci, dan sebagainya tersedia disana. Bahkan pasar pun menjual jenis pakaian. Pasar terdapat beberapa jenis, misalnya ada pasar yang khusus hanya menyediakan bahan mentah (sayur–sayuran, buah–buahan, daging, dan lain-lain), ada juga pasar yang hanya menjual bahan perkakas rumah tangga (panci, penggorengan, baskom dan sebagainya).
Dilihat dari perkembangan jaman saat ini, terdapat 2 jenis pasar, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Masin
g–masing dari kedua jenis pasar ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
a.    Pasar tradisional
Kelebihan dari pasar tradisional :
§  Harganya dapat ditawar lagi dan biasanya relatif lebih murah dari harga dipasar modern, karena langsung dari hasil panen tanpa melalui perantara agen terlebih dahulu.
§  Lebih lengkap ketersediaan kebutuhan bahan pokok.
§  Ketersediaan barangnya pun lebih banyak.
§  Dalam pasar tradisional ini memiliki banyak pedagang dengan jenis dagangan yang sama sehingga membuat konsumen lebih leluasa untuk emilih–milih jenis barang yang ingin dibeli.
§  Dan sebagainya.
Kekurangan pasar tradisional :
§  Suasana dalam pasar ramai, dan sesak terutama pada pagi hari.
§  Banyak aroma tidak sedap karena kebersihan yang kurang terjaga.
§  Pasar tradisonal lebih kotor dibandingkan dengan pasar modern.
§  Sering terjadi tindak kejahatan seperti aksi pencopetan.
§  Dan sebagainya.
b.    Pasar modern
Kelebihan pasar modern :
§  Konsumen lebih nyaman dan aman untuk berbelanja.
§  Jarang terjadi aksi desak–desakan antar konsumen.
§  Kebersihan terjaga dengan baik.
§  Dan lain sebagainya.
Kekurangan pasar modern :
§  Harganya lebih mahal sedikit dibanding dengan pasar tradisional.
§  Harganya pun Tidak dapat ditawar lagi, sudah harga mutlak.
§  Ketersediaan terbatas. Karena tidak memiliki banyak pedagang lain.
§  Kurang lengkap.
§  Bahan mentah sering diberi pengawet agar terlihat tetap segar dan fresh.
§  Dan lain sebagainya.
2.2.3.Tinjauan Pameran
a. Pengertian
Secara harfiah pameran berarti pertunjukan atau hal memperlihatkan. Sehingga dapat diartikan bahwa pameran merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperlihatkan atau mempromosikan suatu barang hasil produksi kepada konsumen sebagai target pemasaran.
b. Fungsi
Fungsi dari ruang pameran adalah sebagai tempat untuk mengadakan pertunjukan atau memamerkan suatu barang dan jasa dengan tujuan mempromosikan dan memberikan informasi tentang produk tersebut, sehingga orang lain menjadi tertarik dan menggunakannya.
Secara khusus, fungsi dari ruang pameran dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.    Sarana bagi pengusaha untuk mempromosikan barang hasil produksi kepada konsumen.
2.    Sarana informasi akurat yang mudah diakses oleh konsumen mengenai suatu obyek yang sedang dipamerkan.
3.    Sarana untuk menambah fasilitas hiburan bagi masyarakat
c. Jenis Pameran
Jenis pameran dapat ditinjau berdasarkan :
1.    Barang yang dipamerkan :
a. General Exhibition
Yaitu kegiatan pameran yang memamerkan berbagai barang dalam waktu yang bersamaan.
b. Solo Exhibition
Yaitu kegiatan pameran yang hanya memamerkan satu atau beberapa jenis barang dari suatu perusahaan saja.
c. Specialized Exhibition
Yaitu kegiatan pameran yang hanya memamerkan satu jenis barang dan diikuti oleh beberapa perusahaan.
2.    Menurut skala pelayanannya, terbagi menjadi
a. Skala Internasional
Penyelenggaraan pameran ini strategis untuk komunikasi internasional serta memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.
b. Skala Nasional
Strategis untuk komunikasi nasional dan memiliki sarana serta prasarana dengan mempertimbangkan kemungkinan keikutsertaan negara asing.
c. Skala Regional
Penyelenggaraan pameran ini biasanya mempunyai ciri kedaerahan.
3.    Menurut transaksi penjualan produk, dibedakan menjadi :
1. Pameran Konvensional
Yaitu kegiatan yang memperjualbelikan produk yang dipamerkan secara langsung dan dapat langsung dibawa oleh pembeli.
2. Pameran Modern (pameran murni).
Yaitu pameran yang tidak memperjualbelikan produk yang dipamerkan secara langsung, jadi transaksi hanya melalui pesanan atas barang yang dipamerkan.
4.    Menurut lama penyelenggaraan, dapat dibedakan menjadi :
1. Pameran temporer
Yaitu kegiatan pameran yang penyelenggaraannya sewaktu-waktu, tidak kontinyu tiap tahunnya. Waktu penyelenggaraan biasanya disesuaikan dengan peringatan-peringatan tertentu seperti hari besar nasional atau tema yang diciptakan oleh pihak penyelenggara.
2. Pameran berkala
Yaitu pameran yang penyelenggaraannya berkala setiap tahunnya dan biasanya dilaksanakan selama satu mingu setiap tahun atau setiap tiga bulan sekali.
3. Pameran tetap
Yaitu pameran yang sifatnya tetap berupa showroom. Pameran seperti ini menyewa ruang sepanjang tahun dan lebih didasarkan pada keinginan meningkatkan promosi perdagangan dan industri.
5.    Menurut bentuk display, dibedakan menjadi :
1. Display produk
Biasanya dilakukan oleh para produsen tunggal permanen di suatu tempat dengan tujuan mempromosikan produk, biasanya berupa contoh produk berskala kecil (miniatur) dalam suatu ruang pamer.
2. Display per stan
Beberapa pengusaha kecil yang memproduksi barang sejenis/produk produk yang masih berkaitan, di antaranya memamerkan produknya dalam stan-stan yang disediakan oleh penyelenggara pameran.
3. Trade show
Yaitu kegiatan pameran yang dilaksanakan untuk tujuan dagang murni. Biasanya dilakukan oleh suatu asosiasi dan punya sasaran pengunjung khusus.
Kegiatannya diselenggarakan di pusat-pusat konvensi/gedung serbaguna dan penyelenggaranya diikuti dengan kegiatan konvensi.
4. Pameran konsumen
Merupakan suatu pekan raya besar-besaran yang diselenggarakan dalam suatu kompleks area pameran. Dalam keadaan tertentu, pameran jenis ini merupakan penggabungan dari dua atau lebih jenis pameran di atas. Contohnya adalah pekan raya yang diselingi stan-stan pameran berskala kecil.
6.    Menurut setting
Menurut setting-nya, ada dua jenis pameran, yaitu :
1. Pameran diruang terbuka (open air exhibition)
Settingnya seringkali tidak diencanakan, dan suasana pameran sangat dipengaruhi lingkungan/setting walaupun dapat juga dibuat kontras, tanpa memasukkan unsur alam sekitarnya. Obyek pameran pada umumnya berupa barang-barang yang dipakai untuk kepentingan-kepentingan di luar bangunan, contohnya peralatan konstruksi dan alat-alat pertanian.
Pameran ini pelaksanaannya bersifat tidak tetap dalam waktu yang relative singkat.
2. Pameran dalam ruang (indoor exhibition), dibagi menjadi :
§  Permanen, yaitu jenis pameran dengan rentang waktu pelaksanaan yang lama.
§  Semi permanen.
§  Non Permanen, yaitu pelaksanaannya singkat.
2.2.4.Fungsi dan Tujuan
Fungsi Pasar Buah Sawangan adalah mewadahi unsur pelaku kegiatan pertanian yang memiliki peran masing-masing :
a.    Sebagai ruang untuk mempromosikan, memamerkan ataupun  untuk menjual hasil produksinya kepada konsumen.
b.    Memamerkan dan menjual hasil pertanian kepada konsumen, pembeli.
c.    Konsumen : sebagai pusat informasi dan wadah untuk melakukan kegiatan transaksi jual dan beli serta melakukan kegiatan lain yang disediakan.
Tujuan didirikannya Sawangan Fruit market adalah sebagai tempat berkumpulnya pedagang petani dalam rangka memperluas jaringan pemasaran, menjual hasil produksi pertanian berupa buah-buahan sekaligus untuk mempermudah jangkauan konsumen dalam mendapatkan segala kebutuhan yang berhubungan dengan pertanian. 
2.1.1.Aktivitas dan Pelaku Kegiatan
a.    Aktivitas utama
b.    Aktivitas Pendukung lainya :
Aktivitas penunjang merupakan kegiatan pelayanan, yang dapat dikelompokkan menjadi :
1.    Aktivitas pelayanan umum: Makan dan minum (restaurant), Lavatory, Ibadah dan lain sebagainyan.
2.    Aktivitas Pengelolaan : Promosi kepada pihak luar yang berkepentingan dengan segala hal mengenai pertanian, Melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo sebagai penyelenggara pameran, Memberikan pelayanan kepada pengguna pasar buah berupa informasi maupun fasilitas yang diperlukan, Menciptakan suasana aman dan tertib, Melakukan pemeliharaan gedung dan segala fasilitasnya.
2.2.6.Pelaku Kegiatan
Pelaku kegiatan yang ada di Sawangan Fruit Market  ini antara lain adalah:
1.    Pengelola
Pihak yang tergabung dalam struktur badan usaha yang melakukan kegiatan perkantoran dengan memberikan layanan informasi, promosi, dan transaksi mengenai ruang sewa serta pengelolaan gedung.
1.    Penyewa
Pihak individu atau badan usaha yang menggunakan ruang dan fasilitas komersial untuk usaha maupun pameran outdoor yang disediakan dengan system sewa.
2.    Pengunjung
Pihak yang mengunjungi gedung dengan tujuan masing-masing antara lain:
§  pengunjung yang datang untuk berbelanja
§  pengunjung yang datang untuk mencari hiburan/refresing
§  dan lain sebagainya.
3.    Kegiatan pengunjung pedagang dan pengelola pasar
2.2.7.Sirkulasi
Semua alur gerak, baik untuk orang, kendaraan, barang ataupun untuk pelayanan bersifat linear dan semua jalan mempunyai titik awal yang membawa pengunjung menyusuri urutan-urutan ruang ke tujuan akhir kita. Sifat konfigurasi jalan mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pola organisasi ruang dengan mensejajarkan polanya. Atau dapat dibuat sangat berbeda dengan bentuk organisasi ruang dan berfungsi sebagai titik perlawanan visual terhadap keadaan yang ada.
Berdasarkan Data Arsitek jilid I (1991), tempat untuk penerimaan/pengiriman barang terpisah dari sirkulasi pengunjung dan berhubungan dengan gudang penyimpanan. Penerimaan/pengiriman barang dapat dilakukan langsung ke gudang penyimpanan. Area parkir penerimaan/pengiriman barang perlu dibuat khusus agar tidak mengganggu lalu lintas parkir kendaraan lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar