2.2.
TINJAUAN UMUM PASAR BUAH SAWANGAN
2.2.1. Pengertian
Perencanaan dan perancangan Sawangan sebagai Pasar
Buah hasil produksi dari Kawasan Agropolitan di Wonosobo dimana sampai saat ini
belum ada tempat menampung dan mewadai hasil produksi pertanian, hal ini
direncanakan dengan diadakanya pengembangan Kawasan Sawangan sebagai kota tani
utama dengan membangaun sarana dan prasarana bangunan fisik guna mendukung
kegiatan agribisnis pada Kawasan Agropolitan di Wonosobo
2.2.2.Perbandingan Prinsip Antara Pasar Tradisional dan Pasar Modern
Pasar merupakan suatu pusat perbelanjaan yang
dibutuhkan oleh seluruh masyarakat. Pasar menjadi tempat kita untuk memenuhi
kebutuhan hidup terutama kebutuhan pokok, makanan sehari–hari yang memerlukan
bahan makanan yang beraneka ragam. Pasar menyediakan seluruh kebutuhan manusia.
Mulai dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan tambahan. Dari jenis bahan mentah
makanan samapi jenis makanan yang sudah masak, peralatan dapur seperti
penggorengan, panci, dan sebagainya tersedia disana. Bahkan pasar pun menjual
jenis pakaian. Pasar terdapat beberapa jenis, misalnya ada pasar yang khusus
hanya menyediakan bahan mentah (sayur–sayuran, buah–buahan, daging, dan
lain-lain), ada juga pasar yang hanya menjual bahan perkakas rumah tangga
(panci, penggorengan, baskom dan sebagainya).
Dilihat dari perkembangan jaman saat ini, terdapat 2 jenis pasar, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Masing–masing dari kedua jenis pasar ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Dilihat dari perkembangan jaman saat ini, terdapat 2 jenis pasar, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Masing–masing dari kedua jenis pasar ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
a. Pasar
tradisional
Kelebihan dari pasar
tradisional :
§ Harganya
dapat ditawar lagi dan biasanya relatif lebih murah dari harga dipasar modern,
karena langsung dari hasil panen tanpa melalui perantara agen terlebih dahulu.
§ Lebih
lengkap ketersediaan kebutuhan bahan pokok.
§ Ketersediaan
barangnya pun lebih banyak.
§ Dalam
pasar tradisional ini memiliki banyak pedagang dengan jenis dagangan yang sama
sehingga membuat konsumen lebih leluasa untuk emilih–milih jenis barang yang
ingin dibeli.
§ Dan sebagainya.
Kekurangan
pasar tradisional :
§ Suasana
dalam pasar ramai, dan sesak terutama pada pagi hari.
§ Banyak
aroma tidak sedap karena kebersihan yang kurang terjaga.
§ Pasar
tradisonal lebih kotor dibandingkan dengan pasar modern.
§ Sering
terjadi tindak kejahatan seperti aksi pencopetan.
§ Dan
sebagainya.
b.
Pasar modern
Kelebihan
pasar modern :
§ Konsumen
lebih nyaman dan aman untuk berbelanja.
§ Jarang
terjadi aksi desak–desakan antar konsumen.
§ Kebersihan
terjaga dengan baik.
§ Dan
lain sebagainya.
Kekurangan
pasar modern :
§ Harganya
lebih mahal sedikit dibanding dengan pasar tradisional.
§ Harganya
pun Tidak dapat ditawar lagi, sudah harga mutlak.
§ Ketersediaan
terbatas. Karena tidak memiliki banyak pedagang lain.
§ Kurang
lengkap.
§ Bahan
mentah sering diberi pengawet agar terlihat tetap segar dan fresh.
§ Dan
lain sebagainya.
2.2.3.Tinjauan Pameran
a. Pengertian
Secara harfiah pameran berarti pertunjukan atau hal
memperlihatkan. Sehingga dapat diartikan bahwa pameran merupakan suatu kegiatan
yang bertujuan untuk memperlihatkan atau mempromosikan suatu barang hasil
produksi kepada konsumen sebagai target pemasaran.
b. Fungsi
Fungsi dari ruang pameran adalah sebagai tempat untuk
mengadakan pertunjukan atau memamerkan suatu barang dan jasa dengan tujuan mempromosikan
dan memberikan informasi tentang produk tersebut, sehingga orang lain menjadi
tertarik dan menggunakannya.
Secara khusus, fungsi dari ruang pameran dapat dijabarkan sebagai
berikut :
1. Sarana bagi pengusaha untuk mempromosikan barang hasil
produksi kepada konsumen.
2. Sarana informasi akurat yang mudah diakses oleh
konsumen mengenai suatu obyek yang sedang dipamerkan.
3. Sarana untuk menambah fasilitas hiburan bagi
masyarakat
c. Jenis Pameran
Jenis pameran dapat ditinjau berdasarkan :
1. Barang yang dipamerkan :
a. General Exhibition
Yaitu kegiatan pameran yang memamerkan berbagai barang dalam waktu yang
bersamaan.
b. Solo Exhibition
Yaitu kegiatan pameran yang hanya memamerkan satu atau beberapa jenis
barang dari suatu perusahaan saja.
c. Specialized Exhibition
Yaitu kegiatan pameran yang hanya memamerkan satu jenis barang dan diikuti
oleh beberapa perusahaan.
2. Menurut skala pelayanannya, terbagi menjadi
a. Skala Internasional
Penyelenggaraan pameran ini strategis untuk komunikasi internasional serta
memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.
b. Skala Nasional
Strategis untuk komunikasi nasional dan memiliki sarana serta prasarana dengan
mempertimbangkan kemungkinan keikutsertaan negara asing.
c. Skala Regional
Penyelenggaraan pameran ini biasanya mempunyai ciri kedaerahan.
3. Menurut transaksi penjualan produk, dibedakan menjadi
:
1. Pameran Konvensional
Yaitu kegiatan yang memperjualbelikan produk yang dipamerkan secara langsung
dan dapat langsung dibawa oleh pembeli.
2. Pameran Modern (pameran murni).
Yaitu pameran yang tidak memperjualbelikan produk yang dipamerkan secara
langsung, jadi transaksi hanya melalui pesanan atas barang yang dipamerkan.
4. Menurut lama penyelenggaraan, dapat dibedakan menjadi
:
1. Pameran temporer
Yaitu kegiatan pameran yang penyelenggaraannya sewaktu-waktu, tidak kontinyu
tiap tahunnya. Waktu penyelenggaraan biasanya disesuaikan dengan
peringatan-peringatan tertentu seperti hari besar nasional atau tema yang
diciptakan oleh pihak penyelenggara.
2. Pameran berkala
Yaitu pameran yang penyelenggaraannya berkala setiap tahunnya dan biasanya
dilaksanakan selama satu mingu setiap tahun atau setiap tiga bulan sekali.
3. Pameran tetap
Yaitu pameran yang sifatnya tetap berupa showroom. Pameran
seperti ini menyewa ruang sepanjang tahun dan lebih didasarkan pada keinginan meningkatkan
promosi perdagangan dan industri.
5. Menurut bentuk display, dibedakan menjadi :
1. Display produk
Biasanya dilakukan oleh para produsen tunggal permanen di suatu tempat
dengan tujuan mempromosikan produk, biasanya berupa contoh produk berskala
kecil (miniatur) dalam suatu ruang pamer.
2. Display per stan
Beberapa pengusaha kecil yang memproduksi barang sejenis/produk produk yang
masih berkaitan, di antaranya memamerkan produknya dalam stan-stan yang
disediakan oleh penyelenggara pameran.
3. Trade show
Yaitu kegiatan pameran yang dilaksanakan untuk tujuan dagang murni. Biasanya
dilakukan oleh suatu asosiasi dan punya sasaran pengunjung khusus.
Kegiatannya diselenggarakan di pusat-pusat konvensi/gedung serbaguna dan
penyelenggaranya diikuti dengan kegiatan konvensi.
4. Pameran konsumen
Merupakan suatu pekan raya besar-besaran yang diselenggarakan dalam suatu
kompleks area pameran. Dalam keadaan tertentu, pameran jenis ini merupakan penggabungan
dari dua atau lebih jenis pameran di atas. Contohnya adalah pekan raya yang
diselingi stan-stan pameran berskala kecil.
6. Menurut setting
Menurut setting-nya, ada dua jenis pameran, yaitu :
1. Pameran diruang terbuka (open air exhibition)
Settingnya seringkali tidak diencanakan, dan suasana pameran sangat dipengaruhi
lingkungan/setting walaupun dapat juga dibuat kontras, tanpa memasukkan unsur
alam sekitarnya. Obyek pameran pada umumnya berupa barang-barang yang dipakai
untuk kepentingan-kepentingan di luar bangunan, contohnya peralatan konstruksi
dan alat-alat pertanian.
Pameran ini pelaksanaannya bersifat tidak tetap dalam waktu yang relative
singkat.
2. Pameran dalam ruang (indoor exhibition), dibagi menjadi :
§ Permanen, yaitu jenis pameran dengan rentang waktu
pelaksanaan yang lama.
§ Semi permanen.
§ Non Permanen, yaitu pelaksanaannya singkat.
2.2.4.Fungsi dan Tujuan
Fungsi
Pasar Buah Sawangan adalah mewadahi unsur pelaku kegiatan pertanian yang memiliki
peran masing-masing :
a. Sebagai
ruang untuk mempromosikan, memamerkan ataupun untuk menjual hasil produksinya kepada
konsumen.
b. Memamerkan
dan menjual hasil pertanian kepada konsumen, pembeli.
c. Konsumen
: sebagai pusat informasi dan wadah untuk melakukan kegiatan transaksi jual dan
beli serta melakukan kegiatan lain yang disediakan.
Tujuan
didirikannya Sawangan Fruit market
adalah sebagai tempat berkumpulnya pedagang petani dalam rangka memperluas
jaringan pemasaran, menjual hasil produksi pertanian berupa buah-buahan sekaligus
untuk mempermudah jangkauan konsumen dalam mendapatkan segala kebutuhan yang
berhubungan dengan pertanian.
2.1.1.Aktivitas dan Pelaku Kegiatan
a. Aktivitas utama
b. Aktivitas Pendukung lainya :
Aktivitas penunjang merupakan kegiatan pelayanan, yang
dapat dikelompokkan menjadi :
1. Aktivitas pelayanan umum: Makan dan minum (restaurant), Lavatory, Ibadah
dan lain sebagainyan.
2. Aktivitas Pengelolaan : Promosi kepada pihak luar yang berkepentingan dengan
segala hal mengenai pertanian, Melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo sebagai
penyelenggara pameran, Memberikan pelayanan kepada pengguna pasar buah berupa informasi
maupun fasilitas yang diperlukan, Menciptakan suasana aman dan tertib, Melakukan
pemeliharaan gedung dan segala fasilitasnya.
2.2.6.Pelaku Kegiatan
Pelaku kegiatan yang ada di Sawangan Fruit Market ini
antara lain adalah:
1. Pengelola
Pihak yang tergabung dalam struktur badan usaha yang melakukan kegiatan perkantoran
dengan memberikan layanan informasi, promosi, dan transaksi mengenai ruang sewa
serta pengelolaan gedung.
1. Penyewa
Pihak individu atau badan usaha yang menggunakan ruang dan fasilitas komersial
untuk usaha maupun pameran outdoor yang disediakan dengan system sewa.
2. Pengunjung
Pihak yang mengunjungi gedung dengan tujuan masing-masing antara lain:
§ pengunjung yang datang untuk berbelanja
§ pengunjung yang datang untuk mencari hiburan/refresing
§ dan lain sebagainya.
3. Kegiatan pengunjung pedagang dan pengelola pasar
2.2.7.Sirkulasi
Semua alur gerak, baik untuk orang, kendaraan, barang
ataupun untuk pelayanan bersifat linear dan semua jalan mempunyai titik awal
yang membawa pengunjung menyusuri urutan-urutan ruang ke tujuan akhir kita.
Sifat konfigurasi jalan mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pola organisasi
ruang dengan mensejajarkan polanya. Atau dapat dibuat sangat berbeda dengan
bentuk organisasi ruang dan berfungsi sebagai titik perlawanan visual terhadap
keadaan yang ada.
Berdasarkan Data Arsitek jilid I (1991), tempat untuk penerimaan/pengiriman
barang terpisah dari sirkulasi pengunjung dan berhubungan dengan gudang penyimpanan.
Penerimaan/pengiriman barang dapat dilakukan langsung ke gudang penyimpanan.
Area parkir penerimaan/pengiriman barang perlu dibuat khusus agar tidak
mengganggu lalu lintas parkir kendaraan lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar