Rabu, 12 September 2012

Pasar Buah Sawangan di Kawasan Agropolitan Wonosobo : TINJAUAN WILAYAH PERENCANAAN

BAB III
TINJAUAN WILAYAH PERENCANAAN

3.1. KABUPATEN WONOSOBO
3.1.1. Kondisi fisik Dasar
Kabupaten Wonosobo secara geografis terletak antara , 7.11dan 7.36 Lintang Selatan, 109.43 dan 110.04 Bujur Timur. Kabupaten Wonosobo berjarak 120 Km dari ibu kota Propinsi Jawa Tengah dan 520 Km dari ibu kota negara (Jakarta) dengan ketinggian berkisar antara 270 meter sampai dengan 2.250 meter di atas permukaan laut.
Luas wilayah Kabupaten Wonosobo adalah 98.468 ha, dengan kondisi biogeofisik sebagai berikut: Kemiringan 3-8 % sebesar 54,4 ha, 8-15 % selus 24.769,1 ha, 15-40 % seluas 42.173,6 ha dan >40 % seluas 31.829,9 ha.
Secara Administrasi Kabupaten Wonosobo terdiri dari 15 kecamatan dan 265 Desa. Dan berbatasan langsung dengan :
§  Sebelah Utara                      : Kabupaten Kendal & Batang.
§  Sebelah Selatan                   : Kabupaten Purworejo
§  Sebelah barat                       : Kabupaten banjarnegara & Kebumen.
§  Sebelah timur                       : Kabupaten Magelang & Temanggung
Kabupaten Wonosobo berdiri 24 Juli 1825 sebagai kabupaten di bawah Kesultanan Yogyakarta seusai pertempuran dalam Perang Diponegoro. Kyai Moh. Ngampah, yang membantu Diponegoro, diangkat sebagai bupati pertama dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Setjonegoro. Sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo adalah daerah pegunungan. Bagian timur (perbatasan dengan Kabupaten Temanggung) terdapat dua gunung berapi: Gunung Sindoro (3.136 meter) dan Gunung Sumbing (3.371 meter). Daerah utara merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng, dengan puncaknya Gunung Prahu (2.565 meter). Di sebelah selatan, terdapat Waduk Wadaslintang. Ibukota Kabupaten Wonosobo berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten, yang merupakan daerah hulu Kali Serayu. Wonosobo dilintasi jalan provinsi yang menghubungkan Semarang-Purwokerto. Kata Wonosobo berasal dari bahasa Jawa: Wanasaba, yang secara harafiah berarti: "tempat berkumpul di hutan". Bahasa Jawa sendiri mengambilnya dari Bahasa Sansekerta: vanasabhā yang artinya kurang lebih sama. Kedua kata ini juga dikenal sebagai dua buku dari Mahabharata: "Sabhaparwa" dan "Wanaparwa"
a.    Wilayah Administrasi
Daftar Kecamata No
Kecamatan
Luas Wilayah
Kelurahan / Desa
 1
 Kecamatan Garung
 51,22 km2
 15
 2
 Kecamatan Kalibawang
 47,81 km2
8
 3
 Kecamatan Kalikajar
 83,29 km2
 19
 4
 Kecamatan Kaliwiro
 100,08 km2
 21
 5
 Kecamatan Kejajar
 57,52 km2
 16
 6
 Kecamatan Kepil
 92,86 km2
 21
 7
 Kecamatan Kertek
 95,7 km2
 21
 8
 Kecamatan Leksono
 44,07 km2
 14
 9
 Kecamatan Mojotengah
 45,07 km2
 19
 10
 Kecamatan Sapuran
 77,73 km2
 17
 11
 Kecamatan Selomerto
 39,69 km2
 24
 12
 Kecamatan Sukoharjo
 58,28 km2
 17
 13
 Kecamatan Wadaslintang
 127,16 km2
 17
 14
 Kecamatan Watumalang
 66, 22 km2
 16
 15
 Kecamatan Wonosobo
 69,4 km2
 20

Tabel 3.1. Pembagian Daerah Administratif

3.1.2. Sumber Daya Alam
Table 3.2. : Produksi Pertanian Tahun 2006 Sampai 2009

No

Tanaman
Produksi
Rata-rata Pertumbuhan (%)
2006
2007
2008
2009*
1
Padi (Ton)
151.370
137.966
161.455
118.716
1.17
2
Palawija (Ton)
259.868
266.525
279.656
149.413
1.0
3
Sayur-Sayuran (Kw)
1.872.761
1.771.931
1.840.566
1.607.299
0.04
4
Buah-buahan (Kw)
524.873
911.274
899.961
1.667.381
-0.99

Sumber Data: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Wonosobo
*Produksi sampai dengan bulan Desember 2009

Tabel 3.3. : Luas Panen Komoditas Pertanian Tahun 2006 Sampai 2009

No

Tanaman

Produksi
Rata-rata Pertumbuhan (%)


2006
2007
2008
2009*

1
Padi (ha)
32.120
29.498
30.435
22.913
0.13
2
Palawija (ha)
36.156
34.351
39.761
26.444
1.15
3
Sayur-Sayuran (ha)
16.253
14.955
14.514
11.519
-0.97
4
Buah-buahan (pohon)
6.295.457
2.645.363
3.651.955
3.007.101
1.38

Sumber Data: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Wonosobo
*Produksi sampai dengan bulan Juni 2009
3.1.3. Kependudukan
Tabel 3.4. : Banyaknya penduduk menurut kewarganegaraan dan jenis kelamin per kecamatan di kabupaten
Wonosobo tahun 2009
no
Tahun
WNI
WNA
Jumlah
L
P
L
P
1
2009
398.933
390.915


789.848
2
2008
395.946
388.280


784.226
3
2007
393.195
385.508
6
2
778.771
4
2006
391.283
382.676
6
2
773.967
5
2005
389.266
380.817
6
2
770.091

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Wonosobo
Wonosobo Dalam Angka 2009


 
2).  BAPPEDA kabupaten wonosobo
3). Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Wonosobo
3.1.4. Transportasi
Table 3.5. : panjang jalan kabupaten dirinci per kecamatan di
Kabupaten wonosobo tahun 2009 (km)
Tahun
Jumlah
2009
810.100
2008
810.100
2007
810.100
2006
810.100
2005
810.100

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonosobo
Wonosobo Dalam Angka 2009
3.1.5. Pendidikan
Tabel 3.6. : Keadaan Demografi menurut data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Kabupaten Wonosobo Tahun 2007
No
komponen
Jumlah
No
Komponen
Jumlah
1.
Penduduk Seluruh
773.967
2.
Penduduk 13-15 th
47.036
3.
Penduduk 7-12 th
98.963
4.
Penduduk 16-18 th
45.174
5.
Tingkat Pendidikan penduduk
773.967
6.
Tingkat  kepandaian membaca
664.322

a. Tidak pernah Sekolah
110.899

a. Dapat membaca menulis
652.618

b. Tidak/ Tamat SD
97.963

b. Buta huruf
11.704

c. Tamat SD
336.223
7.
Angkatan kerja
496.931

d. Tamat SMP
77.307

a. Bekerja
467.160

e. Tamat SMA
40.746

b. Mencari pekerjaan
29.771

f. Tamat SMK
11.736
8.
Bukan angkatan kerja
525.615

g. Tamat Diploma  I/II
3.510

a. Bersekolah
142.937

h.Tamad Diploma III/Sarmud
3.507

b. Mengurus RT
215.675

i. Tamat Sarjana
3.513

c. lainya
167.003

j. Tidak Terjawab
88.563
9.
Penduduk miskin
321.935




a. Kota
21.935




b. Desa
300.000

 

4). Badan Pusat Statistik  Kabupaten Wonosobo
3.1.6. Pola Tata Guna Lahan
Selain itu dalam perencanaan Sawangan Agricultural Trade Center juga disebutkan tentang rencana tata guna tanah (Zone) yang akan dikembangkan selanjutnya. Rencana tata guna tanah harus disesuaikan dengan fungsi massa bangunan (gedung utama dan gedung penunjang), karena perwujudan gedung-gedung tersebut adalah hasil fragmentasi pembangunan yang akan mempengaruhi dan menentukan warna Sawangan Agricultural Trade Center pada masa yang akan datang. Dengan dasar inilah, tata hubungan dan perdagangan yang diinginkan dapat dicapai. Salah satu alternatif yang diberikan adalah dengan mengelompokkan pusat perdagangan menjadi satu kawasan menjadi kota utama tani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar